Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ungkapan

Tak Semua Orang Tua Mulia : Relasi Orang Tua dan Anak

"Sebelumnya aku tak merasa bahwa dunia ini jahat, tapi semua berubah setelah hidupku mulai tak beraturan." -Tokoh tania yang digunakan adalah fiksi, dan cerita dibawah hanya sebuah imajinasi penulis tentang permasalahan toxic parents. Namun isi dari tulisan ini menceritakan keluh kesah dari sebagian anak yang merasa bahwa terdapat ketidakadilan dan ketidaknyamanan dalam keluarganya sendiri- Cerita bermula dari kisah seorang anak bernama tania yang beberapa tahun belakangan memiliki pengalaman bagaimana agama serta budaya mengajarkannya untuk menghormati orang tua dalam keadaan apa pun. Tania merasa betapa besar trauma dan dampak merusak lain yang ia rasakan karena hal tersebut. apalagi baginya hal yang terjadi itu menjadi peristiwa traumatis untuknya. ----------**********----------  Semua orang akan berpikir aku gila, bukan karena nalar pikirku dan mentalku terganggu, aku belum gila saat ini, tidak tahu nanti, ketika aku s...

Jangan Lupa Pulang

Jika kamu merasa tidak nyaman dengan kehidupanmu saat ini, dan kamu berpikir untuk pergi dan menjelajah. Maka, Kita sama. Aku juga beberapa kali berpikir demikian. Aku merasa rumahku saat ini bukanlah rumah, namun hanyalah tempat singgah disaat aku libur panjang. Padahal, sedari kecil aku berada dan dibesarkan disini. Heuuuu...  Dasar tak tahu diri... Dasar egois... Dasar bodoh... Dasar. Ah sudahlah. Memang begitu lah kenyataannya. Aku mengakui tingkat keangkuhanku bisa dibilang melampaui kemampuanku sendiri. Ini bukan sebuah kebanggaan mohon maaf. Bahkan sebenarnya aku malu mengakuinya, namun apalah daya begitulah kenyataanya. Maka dari itu aku pergi dan mulai mencari jadi diri. Hehe aku belum begitu dewasa, aku masih banyak bergantung pada orang tua, tidak banyak tetapi semuanya, ya aku masih amat sangat bergantung pada fasilitas orang tuaku. Aku belum mandiri seutuhnya, aku hanya belajar menjadi mandiri de...

Apakah ini yang disebut SALAH JURUSAN

Dulu ketika SMA aku selalu berharap cepat lulus sekolah lalu kuliah di kampus yang aku idamkan. Karena ku pikir dunia perkuliahan itu menyenangkan. Namun faktanya ini sungguh rumit. Tak senikmat apa yang aku pikirkan masa itu. Tugas bertumpukan, jadwal kuliah bertabrakan, kuis dadakan, tuntutan untuk aktif dikelas, hingga tuntutan untuk menyeimbangkan diri dalam kehidupan Hedon yang ada di kampus. Ya karena mayoritas Hedon sudah mewabah disebagian mahasiswa, bahkan maba sekalipun. Sebelum aku benar2 menjadi Mahasiswa disebuah Universitas Swasta Terbaik di Indonesia ini. Aku pun sempat berjuang untuk dapat masuk ke Universitas Negeri. Namun apa boleh dikata. Mungkin memang nasibku ada di kampus ini. Aku kuliah dengan jurusan yang sebelumnya tak pernah aku pikirkan. Bahkan mungkin aku tak berminat dengan jurusan ini. Namun dengan dorongan kakak, ibu, dan keluarga akhirnya aku mengambil jurusan ini. Dan ternyata aku lolos dan benar benar mendapatkan gela...

Aku punya dan aku bersamanya, Ayah.

"Seperti mentari yang bersinar dipagi hari, cahaya matanya takan hilang dikala sore datang." Aku sempat merasa tak mampu untuk menerima segala kemungkinan yang akan terjadi nanti. Sama sekali aku tak sekuat yang terlihat. Aku terpuruk, amat sangat terpuruk. Bukan tanpa sebab, namun menghasilkan akibat yang sangat tak terduga.  Yaa.. Sebelumnya perkenalkan, aku adalah gadis yang merindukan seseorang, aku ingin sedikit bercerita tentang kesedihan yang mungkin saja bukan hanya aku yang merasakan. Mungkin ada diantara kalian yang sama denganku. Merindukannya. Merindukan sosoknya yang penyayang dan penuh kejutan. Sudah pasti setiap anak perempuan yang terlahir di dunia memiliki sosok lelaki pertama yang dicintainya pertama kali. Siapakah dia? Ayah.  Tak bisa dipungkiri bahwa ayah juga mulai mengembangkan sifat lelaki yang akan lebih protektif alias melindungi. Tak jarang juga ia berlaku lebih diktator kepada anak perempuannya. Bukan tanpa s...